Kumpulan Cerita Dan Kisah Nyata adalah blog tempat kumpulan semua cerita dalam bahasa Indonesia tentang kisah nyata maupun tidak nyata yang pernah dialami atau ditemui oleh saya sendiri dalam kehidupan sehari-hari.

Kisah Nyata Setia Menanti Walau Tak Pasti

https://www.100ceritaku.com/2012/06/setia-menanti-walau-tak-pasti.html
 
Kisah Nyata adalah cerita tentang kejadian atau peristiwa yang benar-benar terjadi di kehidupan seseorang. Kejadian dan peristiwa itu benar-benar terjadi dan bukan karangan belaka.
 
Melihat judulnya “Setia Menanti Walau Tak Pasti” pasti banyak perkiraan bermunculan, apakah yang dinanti dengan setia lagi padahal sudah tidak pasti ? Sebenarnya ini adalah suatu kisah seorang cowok yang terpisah dengan ceweknya ketika mereka massih SD ( Sekolah Dasar). Kenapa mereka berpisah .,,., iiihh, kasih tahu gak ya.,.,,. ha,ha,ha. Ini kisah nyata lo, begini ceritanya.

Kisah seorang anak laki-laki yang sederhana.

Ada sebuah kisah anak laki-laki dari suatu desa yang hidupnya sederhana. Ayahnya adalah seorang guru sedangkan ibunya tidak bekerja. Anak laki-laki itu masih duduk di kelas 2 SD. Dia anak yang rajin, baik, ramah, dan pandai. Dia jarang bergaul dan hobinya adalah bermain sepak bola. Dia tidak suka menonton televisi karena maklum di rumahnya tidak ada televisi hanya ada radio. 
 
Setiap malam dia hanya giat belajar. Dia biasa belajar sendiri di rumah maupun belajar kelompok di rumah temannya. Kadangkala dia bermain pada sore hari bersama teman-temannya. Karena lebih banyak waktu digunakan untuk belajar, dia pun sering mendapat ranking 3 atau 4 di sekolahnya.

Dia pergi ke sekolah dengan jalan kaki karena sekolahnya berdekatan dengan rumahnya. Dia jarang melakukan kanakalan atau kejahilan di kelas. Dia pun terkenal akan ramahnya, oleh karena itu banyak cewek yang dekat dengannya. Adapun cewek yang dia sukai dan cewek itu juga menyukainya.
 

Kisah kasih di sekolah.

Dia dan cewek itu sering bertemu pada kegiatan belajar kelompok baik di sekolah, di rumah cewek itu, maupun di rumahnya sendiri. Mereka juga berada dalam satu kelas yang sama. Karena seringnya bertemu dan sudah saling menyukai satu sama lainnya maka terjalinlah cinta diantara mereka. Cinta mereka hanya sebatas cinta monyet karena mereka masih duduk di bangku sekolah dasar. Walaupun itu hanya cinta monyet untuk meningkatkan niat belajar, mereka sangat serius menjalaninya.

Dalam kenaikan kelas, siswa yang menduduki peringkat satu, dua dan tiga di kelas akan akan dipanggil untuk naik ke panggung. Mereka akan mendapatkan hadiah sesuai dengan peringkat yang didapatkan. Saat itu cewek yang dia cinta tetap berada di peringkat 2 di kelas. Sedangkan dia berada pada peringkat 3 dan itu membuatnya senang. Karena dia bisa mendapatkan hadiah serta tentunya bisa berdampingan dengan cinta monyetnya.
 
Oleh karena itu, dia selalu berusaha untuk berada pada peringkat 3 di kelas agar bisa selalu berdampingan dengan ceweknya diatas panggung. Dia akan merasa sedih jika dia berada di peringkat 4 seperti saat kelas 1 SD karena dia hanya bisa menonton dari bawah panggung ceweknya berdampingan dengan cowok lain yaitu pesaing beratnya di kelas. Mereka sangat gembira jika ada belajar kelompok atau tugas kelompok agar bisa bersama-sama.

Berpisah karena keadaan.

Hari-hari mereka lalui dengan suka cita. Hanya ada canda dan tawa diantara mereka berdua. Kebersamaan mereka tidak hanya di sekolah namun di luar sekolah pun mereka juga sering bersama untuk bermain dan juga mengerjakan tugas. Mereka juga sering belajar bersama.
 
Waktu pun terus berjalan, tak terasa mereka sudah kelas 4 SD. Dan inilah saat-saat mereka berpisah. Ada surat perintah dari pemerintah untuk pemindah tugasan yang ditujukan kepada ayahnya. Itulah yang menyebabkan mereka berpisah karena ayahnya ditugaskan untuk mengajar di desa lain yang jaraknya lumayan jauh. Air mata kesedihan tak dapat terbendung lagi, mengalir begitu deras dari kedua mata mereka. Rasa sakit di dalam hati tak dapat digambarkan.

Menanti tanpa kepastian.

Jika mereka lebih dewasa sedikit mungkin bisa berkirim surat atau pun tukar-tukaran nomor handphone seperti remaja masa kini. Tapi mereka masih kecil belum mengenal hal itu, lagi pula keadaanya yang sederhana. Mereka pun pasrah dan berdoa kepada Tuhan agar bisa bertemu di kemudian hari. Walaupun jarak memisahkan, dia tetap memikirkannya. Dia lebih banyak murung, menyendiri, dan tidak suka keramaian.

Walaupun dia berada di tempat lain, pastinya menemui wajah-wajah baru, memiliki teman baru, lingkungan baru, dia tetap memikirkan cewek yang dia tinggalkan. Sudah beberapa cewek yang bertemu dengan dia, belum mampu menghapus bayangan cewek yang dia tinggalkan. 
 
Dia sempat berusaha untuk mencari cinta monyetnya dulu saat waktu senggang dari kesibukannya  namun hasilnya nihil. Banyak perubahan yang terjadi di tempat dan sekitarnya dulu. Dia juga memanfaatkan media sosial untuk mencari tapi masih saja usahanya gagal. Sampai saat dia telah menyerah untuk berusaha namun masih saja menanti kedatangan dan pertemuan antara dia dan cewek itu.



@



0 comments :

Post a Comment - Kembali ke Konten

Kisah Nyata Setia Menanti Walau Tak Pasti